Renungan #1 : orang tua

Saya tahu, saya bukanlah anak yang baik tetapi saya berusaha terlihat baik di hadapan kedua orang tua saya.

Saya tahu, saya banyak melakukan kesalahan tetapi saya berusaha untuk melakukan hal yang benar untuk kedua orang tua saya.

Saya cukup tahu, tentang aturan-aturan yang dibuat oleh orang tua saya agar saya selalu terhormat.

Saya cukup tahu, ketika orang tua saya memarahi saya semata-mata agar saya tidak melakukan kesalahan yang sama nantinya.

Saya cukup tahu, ketika saya ditanya sedang apa dan dimana semata-mata orang tua saya khawatir dan perhatian kepada anaknya.

Saya cukup tahu, ketika saya meminta sesuatu dan orang tua saya harus memenuhi keinginan saya. Betapa kesusahannya mereka.

Saya cukup tau, bagaimana berat dan susahnya pengorbanan orang tua untuk saya. Mencari biaya untuk sumber hidup dan sekolah saya.

Saya cukup tahu, ketika orang tua saya menangis di depan saya mengatakan kelemahannya kepada saya.

Itu menyadarkan saya bahwa orang tua saya juga membutuhkan tempat bersandar.

Siapa lagi yang dapat dijadikan sandaran orang tua ketika sedang lelah selain anak-anaknya.

Orang tua saya seperti batu karang yang selalu dapat memecahkah ombak lautan.

Namun batu karang itu makin lama akan semakin kecil bentuknya karena terkikis air.

Namun saya harus bisa menjaga batu karang itu agar tidak roboh, agar batu karang itu tetap tegar berdiri menghalau ombak.

Bagaimana caranya?

Saya harus menjadi anak yang baik.

Saya harus menjadi anak yang cerdas.

Saya harus menjadi anak yang bisa me-manage waktu dengan baik.

Saya harus bisa menjadi anak yang pandai mengelola keuangan.

Saya harus memiliki prioritas terhadap masa depan saya.

Saya harus bisa membahagiakan orang tua saya dengan usaha baik yang saya lakukan.

Saya ingin orang tua saya bangga dengan saya dan tidak pernah menyesal memiliki anak seperti saya.

Saya ingin orang tua saya menjadi orang tua yang paling bahagia ketika saya menjadi orang sukses nantinya.

Ketika saya bisa seperti itu bukankah itu akan melegakan orang tua?

Bukankah hal seperti itu akan dapat meringankan beban orang tua?

Dan hal itukan yang selalu diharapkan orang tua saya?

Saya harus berusaha! Saya bisa!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s