Meet and Greet Koala Kumal

Alhamdulillah. Saya bersyukur diberikan kesempatan untuk bertemu/berjumpa/bertatap muka atau apalah sebutannya dengan penulis, aktor, sutradara, Raditya Dika. Dulu bertemu Indra Widjaya, sekarang Raditya Dika. Seperti mimpi. Aaaaaaa…. Saya ingin menjerit sekali lagi.

Bermula ketika saya membuka akun twitter seminggu yang lalu, saya membaca update-annya bang Raditya Dika mengenai Meet and Greet Koala Kumal. Saya dengan teliti melihat jadwalnya dan saya menemukan Kota Yogyakarta dalam daftar tersebut. Saat itu juga saya tekadkan untuk datang ke acara MnG tersebut. Lumayan lah kalo bisa tahu muka aslinya bang Radit gimana, pikir saya, hehe. Karena saya juga sudah membeli buku Koala Kumal, bohong kalau saya tidak mau buku saya ditandatangani langsung oleh penulisnya. Itu juga alasan mengapa saya keukeuh datang ke MnG Koala Kumal. Meet and Greet tersebut diadakan pada Jumat, 6 Februari 2015 pukul 15.00-17.00 WIB di Ambarukmo Plaza, mulanya di Gramedia, tetapi dipindah ke Hall B di lantai 2.

Setelah itu saya bercerita pada Mbak Astri mengenai MnG ini karena Mbak Astri juga mengetahui tentang bang Radit dan gampang sekali mengajak mbak astri untuk ngluyur. Namun ternyata pada hari Jumat tersebut saya memiliki jadwal latihan tari untuk opening dies natalis UNY ke-51 (akan ada postingan tentang ini :)). Sehingga saya tidak mungkin bolak-balik rumah-kampus untuk menjemput mbak Astri. Kemudian saya mengajak beberapa teman sekelas saya untuk ikut. Yang menyetujui untuk ikut adalah Okta dan Fia tapi Fia ragu karena tidak memiliki buku bang Radit, saya bilang tidak apa-apa.

Jumat, 6 Februari 2015

Saya latihan tari bersama teman-teman di halaman dekanat selatan kampus di pagi hari. Sebenarnya latihan dimulai pukul 09.00 WIB tetapi banyak yang telat sehingga diundur menjadi jam 10.00 WIB. Puanas. Ya, saya sengaja menambahkan huruf “u” dalam kata panas untuk menggambarkan betapa panasnya pagi tadi. Ditambah lagi saya nekat tidak mengenakan alas kaki. Woah. Kemudian mungkin mbak dan mas trainer-nya juga merasa sangat kepanasan, latihan dipindah ke dalam ruangan D03.105.

Jam 11.00 WIB latihan diakhiri karena sudah masuk waktunya para lelaki untuk ibadah jumat. Saya, Okta, Fia, dan Rian menetap di ruangan D03.105. Saya bilang saya bawa pakaian ganti untuk bertemu dengan bang Radit, ternyata Fia dan Okta juga membawa pakaian ganti. Saya senang, berarti hari ini positif bertemu bang Radit. Hanya saja Rian yang tidak membawa pakaian ganti, sebenarnya tidak apa-apa hanya saja dia bilang dia malu. Halah, biasanya juga nggak tau malu. Saya tidur-tiduran di ruang D03.105 sebentar untuk menunggu jam 12.30 WIB datang. Setelah itu saya segera solat dhuhur dan bergegas ke Amplaz bersama Fia dan Okta. Sementara Rian memilih untuk ke kost-an pacarnya.

Sekitar jam 13.30 saya sampai di Amplaz, untuk menunggu waktu jam 15.00 WIB saya berjalan-jalan –window shopping– dulu. Sampai saya memutuskan untuk ke lantai 2 mencari hall B, lokasi MnG Koala Kumal. Saya menyusuri lantai 2 dengan segenap semangat saya untuk bertemu bang Radit. Wallaa… saya menemukannya. Sudah penuh dengan cewek-cowok yang tidak tahu mengantre dari kapan. Saya melongo, speechless. Kalau antreannya segini mau sampai jam berapa, pikir saya.

Mulanya saya berada di sisi kiri dari panggung, kemudian saya memutuskan untuk berpindak ke belakang, mencari jalur antrean. Sampai saya mendapatkan barisan untuk antre. Kemudian diberikan pengumuman bahwa yang antre hanyalah yang memiliki buku Koala Kumal. Nah, di situ saya menjadi bingung karena Okta dan Fia tidak memiliki buku Koala Kumal. Hingga saya akhirnya harus membiarkan mereka pergi mengembara Amplaz berdua karena antrean buku koala kumal semakin panjang.

Saya melihati jam tangan saya, masih pukul 14.00 WIB. Namun antrean sudah mengular panjang sekali. Mbak MC memperingatkan sekali lagi, blah blah blah. Saya lupa.

Pukul 14.10 WIB kaki saya tidak kuat menahan berat tubuh saya yang seberat …kg. akhirnya saya memutuskan untuk duduk. Dengan segala pose yang saya suka dan muat di dalam antrean itu. Saya terus-terusan melihat jam tangan. Saya mengeluh, kenapa waktu terasa lama saat ditunggu. Kemudian saya menyalakan tab dan mulai membaca notification yang muncul.

Pukul 15.00 WIB. Tiba-tiba mbak MC bersuara kembali menyuruh kami untuk berdiri karena bang Radit mungkin saja akan tiba. Semua orang berdiri dan bersorak-sorak. Saya tidak bisa merasakan euphoria tersebut, entah kenapa. Makanya saya tidak memiliki foto ramainya fans yang datang ke MnG ini. Kurang lebih setengah jam kami semua berdiri menunggu kedatangan bang Radit hingga saat itu tiba. Bang radit datang dan dengan segera antrean di belakang saya menyerobot ke depan. Asdfghjkl. Saya frustasi, bagaimana bisa orang-orang itu dengan segitu gampangnya menerobos hak milik orang lain. Padahal akhirnya saya juga melakukan hal yang sama. Bang Radit menyapa seluruh fans yang hadir tetapi saya tetap tidak ikut bersuara. Mbak MC mengatakan bahwa 15 menit pertama untuk foto sendiri-sendiri, kemudian bertiga-tiga. Saya kedapatan yang bertiga-tiga tentunya.

Saya bercakap-cakap dengan dua mbak-mbak yang katanya fans bang Radit, saya bersikap sok asik, gitu. Mbaknya juga menanggapi saya, jadi saya merasa nyambung. Hingga saya juga mengikuti setiap langkah pergerakan mbak-mbaknya dalam menyerobot dan mengantre, hehe.

Perjuangan benar-benar dimulai. Walaupun hall B itu ber-AC, tetapi kalau manusia-manusia sebanyak itu bergabung di sini dalam kondisi berempet-empetan juga tidak akan terasa sejuk. Tetap saja puanas. Apalagi ditambah dorong sana dorong sini. Fiuh. Sampai saya hampir tidak bisa bernapas. Saya tergencet-gencet oleh manusia-manusia lain yang berbadan lebih besar dari saya. Keringat saya mengucur deras. Kucel-kucel deh pas sampai di depan, dumel saya.

Setelah drama gencet-menggencet dan dorong sana dorong sini akhirnya saya merasakan udara segar. Saya bisa bernapas lega. Hoah. Karena saya berada di sisi pojok kiri dari barisan, dimana tidak banyak orang di sana sehingga saya bisa menghirup udara lebih banyak. Dan lokasi itu mendekati panggung bang Radit. Saya deg-degan. Setelah menghirup udara segar, drama gencet-menggencet berlanjut -_- keringat saya semakin mengucur deras. Di tengah gencet-gencetan tersebut saya memikirkan kata-kata apa yang harus saya katakana pada bang Radit. Saya ingat pesan Fia untuk mengatakan, “salam ya, bang, buat Edgar.” Saya berniat untuk mengatakannya. Tiba-tiba saya melihat wajah yang tidak asing di pojok kiri agak jauh dari panggung bang Radit. Wajahnya Rian. Dia menertawakan saya. Heol~ kemudian muncul wajah Fia dan Okta. Saya pikir mereka sudah pulang, ternyata masih menunggu saya, ditambah lagi Rian yang menyusul. Saya merasa terharu.

Mbak-mbak kenalan saya sudah berfoto duluan. Mulanya kami janjian untuk foto bertiga tetapi antrean ini tidak mengizinkan. Namun saya bersyukur juga karena hal ini. Dua kloter setelah mbak-mbak kenalan saya berfoto dengan bang Radit, eh giliran saya. Saya merasa, woah, akhirnyaaa. Saya menyerahkan tab saya pada Mbak MC, dan saya di suruh segera ke panggung oleh mbak MC. Saya langsung bergegas ke panggung dan tidak sempat melihat siapa kelompok saya untuk foto dan tanda tangan ini, hehe.

Saya menyerahkan buku saya pada bang Radit.

“Nih, bang” ucap saya.

“Namanya Apin?” bang Radit nanya sambil membuka buku halaman pertama dan menandatanganinya.

“Iya, bang” jawab saya nervous.

“Ah ini buku pasti sering di bawa ke WC ya, ketauan udah buluk gini.” Ucap bang Radit sambil nunjuk buku saya yang kucel ada nodanya.

(Buku saya sempat ketumpahan air minum, jadinya kucel, ngembang, nggak jelas gitu.)

Saya nyela, “Engga ya bang.”

“Alah ngaku aja, pasti iya.” Bang Radit ngga mau kalah.

“Eeehh, enggak ya, bang,” Jawab saya.

“Lain kali bukunya jangan sering-sering dibawa ke WC ya,” bang Radit masih keukeuh bawa-bawa WC.

“Eehh, enggak kok bang.” jawab saya sekenanya.

sewaktu selesai ditanya-tanyain bang Radit.

Sehabis ditanya-tanyain bang Radit.

Bang Radit tidak menanggapi ucapan saya dan segera bertanya nama pada mbak sebelah saya. Itu pertama kalinya saya sedekat itu dan ngobrol dengan bang Radit. Wuaaaaaaa… Setelah selesai sesi tanda tangan, buku kami yang sudah ditandatangani bang Radit diberikan ke staf dan bang Radit mengajak kami untuk salaman. Woah, lagi.

Kemudian sesi foto, saya dengan PD-nya melihat ke arah di mana tab saya berada. Klik. Selesai. Saya meminta kembali buku dan tab saya yang dibawa oleh bapak-bapak staf tersebut. Di belakang panggung, teman-teman saya langsung menemui dan mencie-cie saya. Saya menjerit. Aaaakkkk. Finally, I got his autograph and could take some photos together with Raditya Dika. Terima kasih, ya Allah.

Foto bareng bang Radit.

Foto bareng bang Radit.

Seketika saya ingat pesan Fia yang tidak tersampaikan, salam untuk Edgar. Saya langsung meminta maaf pada Fia. Saya benar-benar nervous dan blank saat berada di dekat bang Radit. I’m so sorry, Fia… Next time, if I have a chance to meet Raditya Dika again I will say your message to him hehe. Setelah itu kami berselfie ria di depan poster MnG Koala Kumal. Namun sayang, fotonya banyak yang blur 😦 Mereka menyelamati saya, bukankah saya sungguh beruntung memiliki teman seperti mereka? Tetaplah seperti ini teman-teman, I love you so much.

Our selfie~

Our selfie~

Mengantre selama kurang lebih tiga jam membuat perut saya benar-benar kosong. Akhirnya saya mengajak teman-teman saya ini untuk mencoba siomay ulubundar, letaknya di seberang Amplaz. Bukan promosi. Karena mereka sudah berkorban untuk menunggu saya, maka saya memutuskan untuk menraktir mereka siomay jumbo. Tidak apalah, sekali-kali. Setelah itu kami mengambil motor di parkiran dalam Amplaz karena tadi sewaktu ke ulubundar kami hanya berjalan kaki. Kemudian kami pergi ke suatu tempat dan mencari sesuatu untuk teman kami yang lain. Hingga akhirnya, sehabis maghrib saya baru sampai di rumah.

Raditya Dika's signature

Raditya Dika’s autograph

One of the best days ever!

Advertisements

6 thoughts on “Meet and Greet Koala Kumal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s