MERSI #1 KPB BIONIC UNY

Sabtu, 28 Maret 2015

Sekitar jam 6.40 WIB saya sampai di dekanat utama FMIPA, sendirian. Tunggu dulu, kenapa hari Sabtu saya pergi ke kampus? Jawabannya adalah karena hari ini saya mengikuti MERSI #1 (Mersani Peksi) KPB Bionic UNY di daerah kampus hingga Lembah UGM. Bersama dengan Okta, Fia, Aza, dan Rian yang telah menyetujui untuk mengikuti kegiatan ini. Saya menunggu, sampai ada seorang teman memanggil saya dan menyuruh saya untuk segera ke Sekre Bionic karena sebenarnya tempat kumpulnya adalah di Sekre Bionic, bukan dekanat utama. Namun saya bilang, saya masih menunggu teman-teman. Yang sampai pukul 07.00 belum memperlihatkan batang hidungnya. Hingga mas Abid, ketua KPB Bionic, datang dan menyapa saya, “kok sendirian, Pin?” Saya menjawab, “iya mas, nungguin temen. Mau pada ikut Mersi”. Mas Abid berlalu menuju Sekre Bionic sembari mengacungkan jempolnya, pertanda “sip”.

Pukul 07.00 teman saya yang lain, Siti, datang. Akhirnya tidak sendirian lagi, hehe. Lanjut Aza dan Fia. Sementara Okta dan Rian entah apa kabarnya. Kemudian ada mbak-mbak datang mengingatkan kami untuk segera ke Sekre karena Mersi akan segera dimulai. Kami mengatakan ya, sebentar mbak, masih ada teman yang belum datang. Mbaknya berlalu.

20150328_070721Tak lama setelah itu, muncullah Okta dan Rian dan kami segera menyusul rombongan Mersi yang ternyata belum jauh dari Sekre Bionic. Lokasinya adalah Taman Hancala, Taman Pancasila, belakang rektorat, depan laboratorium/kebun Biologi, FBS, dan Lembah UGM.

Kami menyusuri jalanan dengan guyonan yang biasa kami lakukan. Bersama partner-partner saya yang gila itu (Okta, Fia, Rian, Aza, dan ketambahan Siti) saya semakin menjadi tidak bisa kalem. Berisik dan pasti berada di posisi paling belakang karena terlalu asik bercanda sembari mengamati burung.

Sebenarnya selain mengikuti Mersi ini kami memiliki tujuan lain yaitu mengerjakan laporan praktikum yang sudah menumpuk. Ah sudahlah, menyebutkannya saja membuat saya menjadi kenyang. Kita bahas Mersi saja.

Di sepanjang jalanan taman hancala-taman pancasila-belakang rektorat, banyak burung-burung terbang ke sana kemari. Ada bondol haji, cucak kutilang, burung gereja Erasia yang dapat kami amati. Lanjut ke kebun biologi teramati burung merbah cerukcuk. Terus saja, selama perjalanan kami bercanda dan dalam candaan itu terdapat bully-bullyan yang biasa kami lakukan, bahkan anggota Bionicpun ikut-ikutan dalam kegiatan pembullyan itu. Huf.

Dalam perjalanan melewati FBS, kami melihat burung berukuran besar, bagian dalam sayapnya berwarna kelabu, sekilas seperti bebek terbang. Sayang kami belum bisa mengidentifikasinya berdasarkan ciri-ciri yang sedikit itu. Kami terus berjalan menuju lembah UGM hingga semua orang berhenti untuk melihat penampakan burung berwarna hitam, dengan paruh kuning, berkaki kuning, sekilas seperti ayam, saya lupa apa namanya, yang jelas burung itu seperti yang ada di globe di dekat pos satpam FMIPA.

Kami melanjutkan perjalanan… tibalah di daerah yang benar-benar rungkut, banyak pepohonan, dan banyak nyamuk. Kami mencari dan terus mencari burung-burung yang hinggap di pohon untuk diamati. Sampai kami dapatkan burung mirip pelatuk tetapi ternyata bukan pelatuk yang bertengger di dahan pohon. Kepalanya merah, paruhnya tebal, daerah matanya hitam, lehernya merah, bagian sayapnya hijau pupus-coklat, full color lah pokoknya. Keren! Kata mbak Arel itu namanya Takur ungkut-ungkut.

Setelah puas digigiti nyamuk dan karena sudah semakin siang juga diputuskan untuk kembali ke kampus, menyudahi acara Mersi kali ini. Ketika memutuskan untuk pulang, masih di daerah lembah UGM terlihat burung berwarna abu-abu atau kecoklatan dengan ekor seperti kipas. Mbak Arel segera memanggil saya dan memperlihatkan bagaimana bentuknya burung itu. Namanya Kipasan Belang. Masya Allah, bagus sekali.

Setelah itu diadakan diskusi di jalanan di daerah tempat penemuan burung hitam seperti ayam tadi, dikatakan total burung yang teramati hari ini ada sekitar 26 jenis burung. Cukup banyak. Data bisa dicek di fanpage KPB Bionic UNY atau blognya mas Aghnan. Kemudian juga diumumkan bagi cikalang yang berminat ikut ke Pulau Bawean untuk mengambil data PKM bersama anggota Bionic lainnya karena masih kekurangan personel. Dua minggu di Bawean, mulai tanggal 28 April 2015. Sebenarnya saya tertarik tetapi saya tidak bisa mengorbankan dua minggu perkuliahan saya kosong. Ditambah lagi saya punya tanggungan adik dan simbah di rumah. Saya memilih tidak ikut. Mungkin lain waktu.

Oh ya, rasanya tidak afdol kalau kami pergi tanpa mengambil foto. Setelah diadakan diskusi kami semua berfoto bersama, sayang saya tidak memiliki fotonya. Foto itu ada di kamera mbak Arel, mas Hasbi, dan mas Abid. Sebelum diskusi sebenarnya saya, Okta, Fia, dan Siti sempat mengambil beberapa foto selfie, hehe.

20150328_093441selfieKemudian ditutuplah diskusi dan berakhirlah Mersi hari Sabtu. Sampai jumpa di Mersi selanjutnya…

List burung MERSI #1

List burung MERSI #1

Mari mabur~ mengamati burung~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s