PERGAM BIONIC 2015

Keluarga baru BIONIC angkatan XII, Sepah Kecil (Pericrocotus cinnamomeus)

Keluarga baru BIONIC angkatan XII, Sepah Kecil (Pericrocotus cinnamomeus)

KPB BIONIC UNY. Salah satu unit kegiatan mahasiswa yang ada di kampus FMIPA UNY dan bergerak dalam bidang pengamatan dan konservasi burung. Bermula dari BSO (Bidang Semi Otonom) di HIMABIO (Himpunan Mahasiswa Biologi) yang sekarang menjadi UKMF (Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas).

Pengamatan burung? Bagi orang awam pasti hal itu masih terasa aneh, begitu pula dengan saya. Mulanya saya tidak berminat dengan UKMF ini, saya tidak tahu di mana letak “keren”nya. Sampai pada akhirnya teman-teman dekat saya -Fia, Rian, Aza, Khamdani- mengabdikan diri mereka menjadi anggota HIMABIO, meninggalkan saya dan Okta yang bingung mau mengikuti kegiatan apa di kampus. Saya mulai berpikir, saya juga ingin mempunyai suatu tempat untuk bisa beristirahat sejenak di kampus untuk melepas penat dan bukan kantin atau foodcourt, tetapi tempat yang bisa membuat saya keluar dari comfort-zone saya. Membiarkan saya mengetahui dunia luar, bukan hanya kampus-rumah.

Saya mulai memilih-milih UKM apa yang ingin saya ambil. Mula-mula saya ingin mengikuti UKM Universitas Badminton, saya sudah mengambil formulirnya tetapi saya terlambat mengembalikan formulir itu. Padahal saya juga ingin meningkatkan skill bulu tangkis saya. Hhh. Hingga akhirnya saya menemukan brosur PERGAM BIONIC. Aha! Bermula dari keisengan sewaktu mendaftar jadi panitia 1 Dekade BIONIC bersama Aza dan Fia dulu, saya menjadi terpikirkan UKM ini. Tidak ada salahnya kan mencoba hal-hal baru, pikir saya. Saya mempengaruhi Okta untuk mengikuti event ini. Dia setuju, sebenarnya Fia ingin mengikuti juga tetapi entah kenapa dia jadi tidak mau ketika saya ajak mengikuti PERGAM.

Oh iya, pada tanggal 20 Februari 2015 yang bertepatan dengan upacara pembukaan dies natalis UNY ke-51 diadakan technical meeting PERGAM. Lokasinya di ruang D03.103. Untung saja TM-nya dilaksanakan jam 13.30 WIB sehingga saya bisa mengikuti kegiatan tersebut setelah menari-nari di depan jajaran rektor dan dosen. Dengan bermodalkan kaos putih dies natalis dan celana panjang hitam serta kerudung coklat-krem saya dan “gerombolan” teman saya memasuki ruang D03.103. Membayar biaya Pergam sebesar Rp 40.000 kepada mbak-mbak panitia yang belum kami ketahui namanya. Kami mendengarkan presentasi apa itu bionic, bagaimana kerja bionic, apa saja skill yang harus dipunyai anggota bionic, dan syarat-syarat untuk bisa menjadi anggota bionic. Saya speechless, bisakah saya?

Kemudian di akhir acara diumumkan kelompok-kelompok untuk acara Pergam. Kayak ospek aja, pikir saya. Satu per satu nama teman saya disebutkan… Tik tok tik tok… nama saya belum juga terpanggil.

“…Kelompok 8, Dicaidae, pemandunya mas Aghnan. Anggotanya adalah Ratih Dewanti, Ulfia Nurul, Adindania…”

“Mbak, Apindania mbak…” teman-teman saya menyela perkataan mbak MC, membenarkan nama saya.

Duh, yang punya nama siapa, yang ribut siapa, pikir saya. Mbak MC kemudian segera meminta maaf dan membetulkan nama saya. Akhirnya saya memiliki kelompok juga dan ternyata yang menjadi pemandu saya adalah mas Aghnan, kakak tingkat yang berpawakan jangkung, berbeda 180 derajat dengan saya. Hehe.

Acara TM selesai kemudian kelompok 8 mengadakan pertemuan singkat di depan Sekre Bionic untuk kepentingan komunikasi dll.

Jumat, 27 Februari 2015

Akhirnya dari kami berenam yang mengikuti PERGAM hanya saya, Okta, dan Khamdani. Berangkatlah kami bertiga bersama peserta PERGAM yang lain menggunakan truk -_- Saya setengah mati menahan gejolak perut selama dalam perjalanan -_- Sekitar sebelum maghrib kami sampai di lokasi penginapan di daerah Kiskendo, Kulon Progo. Kemudian kami diberi waktu untuk MCK sebelum pembukaan acara. Setelah isya barulah diadakan pembukaan acara Pergam bionic.

Mula-mula perkenalan kelompok. Ini bagian yang menyakitkan menurut saya. Saat kelompok 1-7 maju ke depan untuk perkenalan, semua biasa saja tetapi ketika kelompok 8 maju, kelompok kami dibully. Mulai dari kelompok cabe-cabean, sampai saya yang disuruh untuk berdiri padahal saya sudah berdiri, teman-teman saya memang berniat mengerjai saya -_- hingga puncaknya mas pemandu saya juga disuruh berdiri di depan bersama kami padahal pemandu kelompok sebelumnya tidak ada yang maju. Masnya juga dibully gara-gara terlalu tinggi. Si Khamdani malah “kurang ajar”, dia menyuruh mas pemandu saya untuk berdiri di sebelah saya. Untung masnya nggak mau. Itu merupakan “penghinaan” untuk saya, dia mau mengejek saya karena tinggi badan saya. Sebel! Hingga akhirnya berakhirlah drama bully-bullyan di malam itu dan dilanjutkan dengan materi kemudian tiduuurrr… zzzzz

Sampai jam 00.00 WIB saya belum bisa tidur, mungkin sekitar jam 01.00 saya baru bisa tertidur. Pukul 03.00 saya terbangun oleh suara alarm teman saya. Saya mengerjapkan mata beberapa kali sambil berpikir, mandi enggak, mandi enggak. Hingga saya putuskan untuk mandi di jam 03.00 pagi. Huf. Ternyata tidak sedingin yang saya kira, masih dingin air di rumah. Kemudian menyusullah teman saya yang lain, sampai adzan shubuh berkumandang, antrian kamar mandi semakin panjang. Semua orang melaksanakan shalat shubuh, tapi saya hanya bisa berdiam di pojokan karena sedang tidak shalat.

Sabtu, 28 Februari 2015

Persiapaan pengamatan burung pagi

Persiapaan pengamatan burung pagi

Dimulailah pengamatan burung di pagi hari. Kelompok 8 bersama dengan kelompok 9 kebagian menyusuri jalur sendang sri. Di jalur ini banyak sekali burung-burung yang dapat diamati, bagus-bagus, lucu, dan berwarna-warni. Saya dibuat kagum oleh ciptaan Allah yang satu ini juga pemandangan alam yang asri nan hijau. Barulah saya mengerti di mana letak keseruan mengamati burung walaupun tengkuk dan leher menjadi pegal-pegal. Di tengah perjalanan saya berfoto-foto ria dan membuat video, mengabadikan momen yang tidak akan datang dua kali. Bisa dilihat di instagram saya, hehe. Sempat pula kami bertemu dengan anjing yang menurut saya mengerikan. Setelah pengamatan dilakukan diskusi untuk mengidentifikasi burung apa saja yang kami peroleh. Kemudian dilakukan presentasi untuk mempresentasikan hasil diskusi kami semua, peserta Pergam, di depan sesepuh Bionic. Acara selanjutnya makan dan ishoma. Selanjutnya game. Game ini terdiri dari dua orang menyusun puzzle, satu orang bagian teriak-teriak, satu orang bagian mendandani, dan satu orang laki-laki untuk didandani. Pastinya saya berada di posisi teriak-teriak. Berhubung di kelompok 8 tidak ada laki-lakinya, maka mas pemandu lah yang menjadi objek pendandanan, haha. Seru sekali. Setelah acara selesai semua anggota bionic dikejutkan dengan adanya dua burung pelatuk besi yang ternyata turut meramaikan acara Pergam kali ini dan saya beruntung bisa melihat ciptaan Allah yang satu itu karena kata mbak-mbak Bionic, burung itu jarang terlihat.

20150228_090909

KECE

KECE

Malam harinya satu per satu anggota sesepuh Bionic hadir di penginapan, saya merasa asing dan sedikit kikuk. Kemudian sehabis maghrib/isya kami makan bersama menggunakan semacam tampah kecil, satu tampah digunakan oleh sekitar 8-9 orang. Terasa sekali suasana kekeluargaannya. Kemudian diberikan satu materi tentang konservasi dan burung dan habitatnya oleh mbak Arel. Pemberian materi ini diwarnai dengan mati listrik alias njeglek hingga beberapa kali. Jadi kami sempat bergelap-gelapan dan bercahayakan senter sebentar sebelum listrik stabil. Sebenarnya setelah acara ini ada pengenalan pengurus tetapi karena sudah malah dan sudah mengantuk acara itu ditunda untuk besok sekalian penyematan keluarga baru Bionic.

makan bersama

makan bersama

Minggu, 1 Maret 2015

Diawali dengan pengamatan burung di pagi hari bersama para sesepuh Bionic yang hadir di Kiskendo. Kelompok 8 masih setia bersama kelompok 9, mengamati burung bersama di jalur bolodewo A. Mengamati burung di terjal dan licinnya jalan setapak sampai saya terpeleset, untung tidak nggelundung. Burung yang berhasil kami identifikasi tidak sebanyak kemarin. Jalan yang terjal dan licin membuat kami lebih fokus untuk meniti jalanan ketimbang mengamati burung, hehe. Dan kami malah tergoda untuk berkunjung ke grojogan sewu, sebuah air terjun yang cukup indah menurut saya. Selepas dari air terjun dilakukan diskusi lagi tentang burung-burung yang telah kami amati dan mempresentasikannya.

Pemburu air terjun

Pemburu air terjun

I'm here

I’m here

Kemudian kami disuruh untuk packing karena jam 14.00 kami dijadwalkan pulang. Setelah packing, kami dikumpulkan di halaman rumah penginapan untuk melakukan upacara penutupan dan penyematan pin keluarga baru bionic serta rembugan tentang nama angkatan baru. Tibalah saat saya maju, semua orang mulai mengerjai saya lagi dengan menyuruh saya berdiri ke tempat yang lebih tinggi. Sepertinya mereka memang senang mengerjai saya, huf. Hingga akhirnya saat dilakukan sesi foto, semua orang merapat dan saya merasa tergencet. Saya refleks berkata, “aduh kegencet”. Semua orang tertawa. Apa yang lucu? hhh biarlah, syukur kalo mereka terhibur dengan kata-kata saya padahal saya tidak berniat melawak.

Setelah penyematan itu dilakukan diskusi mengenai nama angkatan baru Bionic XII. Disepakati bahwa nama angkatannya adalah Pericrocotus cinnamomeus alias Sepah Kecil. Setelah disepakati tiba-tiba tepat di atas kami berterbanganlah segerombol burung Sepah Kecil yang seolah-olah ikut merayakan nama mereka sebagai nama angkatan XII. Saya bersyukur.

Terakhir, kami bersiap-siap untuk pulang, mengistirahatkan badan dan pikiran, menata diri untuk hari senin yang semoga bisa ceria. Alhamdulillah, mendapatkan teman baru dan keluarga baru. Keceriaan, kebersamaan, it was unforgettable moments, ever! Kelestarian di hari ini, kepedulian di masa depan. Hari ini peduli, masa depan lestari. Bionic Bionic Bionic, mumumumumu~

Oleh-oleh PERGAM

Oleh-oleh PERGAM

Salam Cikalang,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s