MERSI #2 KPB BIONIC UNY

puncak plawangan

Puncak Bukit Plawangan!!!

Minggu, 19 April 2015

Saya bangun pagi, mandi, kemudian bersiap-siap berangkat ke kampus. Ya, hari ini Bionic memiliki agenda mersi/pengamatan burung kedua bertempat di Tlogo Nirmolo, Kaliurang. Asik!

Saya mengecek kembali perlengkapan birding saya. Pakaian gelap/alam, buku list, alat tulis, topi, air minum… semuanya lengkap. Saya segera berangkat ke kampus. Sebenarnya tujuan pertama saya bukanlah kampus melainkan kost-an Siti. Saya berencana menitipkan motor saya di sana karena saya tidak mau membawa motor sendiri untuk mersi. Belum berani huehehe

6.30 saya sampai di kost-an Siti. Saya menunggu di luar. Tak lama kemudian Siti membuka pintu kost-nya. Kami bercakap-cakap sebentar. Tiba-tiba Rika BBM saya, menyuruh saya dan Siti agar segera ke kampus karena anggota Bionic sudah banyak yang berkumpul. Ok, saya jalan ke kampus.

Sampai di kampus, kami harus kembali pulang ke kost-an Siti karena tidak membawa helm. Saya dan Siti meminjam motor milik Novia. Kemudian kembali ke kampus. Setelah dirasa lengkap, rombongan mersi pun berangkat.

Saya nebeng mbak Ratih, teman sekelompok saya sewaktu PERGAM. Menyusuri ring road utara, Jalan Kaliurang, dan Pakem. Semakin ke utara, udara terasa semakin dingin sehingga saya harus merapatkan jaket. Walaupun udara dingin, tak menyurutkan semangat saya untuk terus mengagumi ciptaan Allah yang maha besar, Merapi. Merapi terlihat gagah di ujung sana. Saya merasa “selangkah lebih dekat dengan Merapi”.

Kemudian sampailah kami di parkiran Tlogo Nirmolo. Saya turun dari motor, menyapa teman-teman yang lain dan bercanda sebentar sembari menunggu kloter 2 datang. Setelah semuanya lengkap, mas Yono menyuruh kami berbaris agar segera melakukan pengamatan burung. Dibagi menjadi 3 kloter, kloter mas Yono ke jalur Tlogo Mencar, kloter mas Aghnan ke Puncak Plawangan, dan kloter mas Andri ke jalur Goa Jepang.

Bagi yang sewaktu PERGAM dipandu oleh ketiga mas-mas tersebut langsung saja mengikuti, yang lain menyesuaikan. Dan saya? Karena pemandu saya sewaktu PERGAM adalah mas Aghnan, jadi ya saya harus semangat menuju Puncak bukit Plawangan 🙂  Sebelum perjalanan dimulai dilakukan pengecapan buku list oleh mas Yono. Yeay! 😀

Yeay! Dicap!

Yeay! Dicap!

Perjalanan dimulai…

Satu per satu dari kami menapaki jalanan yang serupa tangga. Menjaga keseimbangan agar tidak terpeleset dan ngglundung. Seperti biasanya, canda tawa mewarnai perjalanan kami walaupun cuaca mendung. Semilir sejuk, kadang angin menerpa. Sampailah kami di spot yang katanya mbak Diva dan mbak Ajeng sering digunakan burung untuk berjemur. Cukup lama kami menunggu tetapi tak satupun burung yang datang menyapa kami. Sedih.

Cikalang tidak boleh patah semangat! Kami melanjutkan perjalanan pendakian kecil ini hingga sampailah di sebuah belokan. Ada pohon besar di situ dan ternyata banyak burung bertengger di sana. Ada sikatan belang yang terbang ke sana kemari dengan cepatnya, ada pula cabai gunung (Dicaeum sanguinolentum). Burung yang menjadi nama saya sewaktu PERGAM. List burung lengkapnya akan saya tuliskan di bawah 🙂

Kami terus mendaki jalanan yang semakin sulit. Sempat saya ingin menyerah, tapi saya ingin sampai puncak. Saya ingin melihat betapa indahnya ciptaan Allah dari atas sana. Yo, semangat! Sesekali kami berhenti untuk beristirahat, minum, sembari ngobrol dan bercanda. Menanamkan rasa semangat menuju puncak Plawangan.

Dalam perjalanan kami mendengar suara burung, nyata, tapi tidak terlihat di mana burung itu. Spekulasi dari mas dan mbak pemandu adalah takur bultok. Ah membuat saya menjadi penasaran. Di spot itu juga kelompok kami berfoto hehe

Terus mendaki! Jalanan semakin terjal, saya semakin ngos-ngosan. Rasanya pengen ngglundung. Namun demi puncak Plawangan saya harus bertahan. Wueee

Setelah mendaki sekian lama, melewati jalur-jalur air yang ekstrim, berpegangan pada kabel dan akar pohon, dan hampir ngglundung, akhirnya kami sampai juga di Puncak Bukit Plawangan. Alhamdulillah. Hanya kata itu yang dapat saya ungkapkan. Terbayar sudah perjuangan saya mendaki, haha. Sungguh luar biasa ciptaan Allah. Begitu indahnya sebagian kota Jogja dari puncak Bukit Plawangan. Rasanya tidak ingin pergi dari tempat itu.

Setelah rasa lelah mereda, saya menyempatkan diri untuk berfoto-foto ria. Pembuktian bahwa saya sudah pernah mencapai puncak itu hahaha. Semua orang sibuk berfoto. Entah berapa banyak foto yang diambil.

Alhamdulillah, I've been here

Alhamdulillah, I’ve been here

Setelah dirasa cukup, diputuskan untuk turun. Tapi ternyata rombongan mas Yono juga sampai di puncak Plawangan. Menyalahi jalur yang harusnya mereka ambil. Ada Anggun, mbak Iin dkk. Semakin ramailah puncak Plawangan sehingga keputusan untuk turun ditunda.

IMG_20150419_110548

Hari semakin siang, kali ini benar-benar diputuskan kelompok saya untuk turun. Ok, kami turun. Menelusuri jalanan yang semula terjal dan naik yang kemudian menjadi terjal dan menurun. Selama perjalanan saya hampir tidak bisa mengerem langkah kaki saya. Sempat menabrak Siti dan pada suatu jalan menurun akhirnya saya terpeleset, hore! -_-

Sampailah di tempat pertama berkumpul, kami disambut oleh kawanan monyet. Ngeri, tapi lucu. Di depan tulisan Taman Nasional Gunung Merapi kami berfoto kembali. Menggunakan tab saya, sayang, fotonya blur 😦

20150419_115756

Kemudian sembari menunggu kelompok lainnya turun, kami membeli siomay karena sudah kelaparan. Saya makan dengan cukup tidak tenang karena terus-terusan ditatap oleh kawanan monyet yang sepertinya menginginkan siomay saya. Hiiiii. Saya makan perlahan, jangan sampai siomay itu diambil oleh si monyet.

Semangat cikalang!

Semangat cikalang!

Setelah semua kelompok lengkap, kami berfoto lagi. Kali ini seluruh peserta mersi #2. Ini adalah mersi termuda, kata mbak dan mas pemandu karena tidak ada angkatan sepuh di dalamnya. Hanya angkatan XII dan XI. Selanjutnya diskusi dilakukan di sekre Bionic, seusai menjalankan ibadah solat dhuhur dan sekalian lotisan. Hasil yang didapatkan adalah sebagai berikut :

1. Cabai gunung 🐦

2. Cinenen gunung

3. Sikatan belang

4. Cucak kuning

5. Berinji gunung

6. Wergan jawa

7. Uncal Buaweu

8. Takur bultok

9. Ciung batu kecil

10. Sikatan ninon

11. Cicak kopi melayu

12. Srigunting kelabu

13. Kacamata biasa

14. Gagak hutan

15. Cicak daun sayap biru

16. Cabai jawa

17. Elang jawa

18. Madu gunung

19. Walik kepala ungu

20. Sepah gunung

21. Bondol hijau binglis

22. Takur tulung tumpuk

23. Tepus dada putih

24. Elang ular bido

25. Munguk beledo

26. Sikatan kepala abu

27. Empuloh janggut

Sekian hasil mabur (mengamati burung) alias mersi #2 hari Minggu, 19 April 2015 di Tlogo Nirmolo, Kaliurang.

Yo mabur~

Advertisements

2 thoughts on “MERSI #2 KPB BIONIC UNY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s