Beautiful Birthday!

20150523_155520Dari judulnya sudah bisa ditebak ya apa yang akan ditulis dan dibahas. Eits tunggu dulu, tapi ini bukan ulang tahun biasa, ini luar biasa! Seperti mipa,*apasih*

Ulang tahun kali ini memberikan kenangan tersendiri karena bertepatan dengan acara bionic, KADALAN (KADerisAsi LANjutan). Yah, sudah bisa ditebak juga alur tulisan ini akan kemana. Pasti jalan-jalan berbonus pengamatan burung. Eh kebalik!

23 Mei 2015

Peserta diberangkatkan dari kampus sekitar jam 14.00 wib. Bisa dihitung dengan jari berapa cikalang yang ikut. Kebetulan teman-teman sekelas saya (read : geng iyik) tidak bisa ikut karena harus nugas, huf, sehingga saya merasa sendirian. Eh tapi ada Afit dan Risa, ding. Saya nebeng mbak Diva, mbak pemandu yang akhinya saya ketahui bergolongan darah AB, njuk ngopo? Perjalanan sekitar 1,5 jam dari kampus sukses membuat bokong saya panas dan kaki saya pegal-pegal.

Sampai di lokasi (daerah Waduk Sermo, Kulon Progo) sekitar waktu shalat Ashar. Saya segera meletakkan tas dan binokuler yang saya bawa. Tepar, cui! Setelah melakukan badah shalat Ashar di masjid terdekat, sekitar 200m dari lokasi penginapan, kami dibebaskan untuk menikmati keindahan Waduk Sermo. Dengan segera semua cikalang dan anggota bionic menuju Waduk Sermo, mengabadikan momen yang tidak akan datang dua kali dalam seumur hidup, termasuk saya. Bersama kedua teman sekelas saya, Afit dan Risa, saya meluncur menuju Waduk Sermo. Menyaksikan sunset yang menurut saya indah sekali~ Kasarannya, ini kado yang indah untuk ulang tahun saya yang ke-19. (Masih muda, kan? Belum berkepala dua, kok. xP)

20150523_165948Setelah puas menikmati sunset, kami disuruh pulang ke penginapan untuk melanjutkan acara kadalan. Namanya lucu, he-he. Acara dilanjutkan dengan ibadah shalat magrib-makan-shalat isya-materi. Materinya mengenai dokumentasi dan kepenulisan. Isinya ya seputar bagaimana caranya untuk mendokumentasikan hasil pengamatan yang baik. Mulai dari ngelist, menggambar sketsa, memotret, hingga menulis. Menulis apa yang diperoleh dari kegiatan pengamatan burung, menulis PKM (artikel ilmiah), menulis blog, menulis apapun yang bisa ditulis dari kegiatan pengamatan burung. Saya merasa tersentil karena beberapa postingan saya bercerita tentang kegiatan pengamatan burung. Saya merasa tulisan saya hanyalah sebuah cerita biasa mengenai kegiatan yang saya lakoni, belum bisa dikategorikan sebagai tulisan yang berbobot. Seperti tulisan ini misalnya. Dan saya lebih cenderung memilih untuk ‘menyembunyikannya’ agar tidak diketahui orang banyak karena saya malu dan takut karena ceteknya kemampuan menulis saya dan pada dasarnya saya tidak pandai merangkai kata-kata untuk membuat tulisan. Sempat terkejut juga dengan pertanyaan, “siapa di sini yang punya blog?” saya memilih diam, selain karena ngantuk, saya juga tidak mau blog alay ini diketahui orang banyak jika saya mengakuinya, hahaha. Materi malam itu diakhiri karena cikalang sudah mengantuk dan tidak ada yang bertanya. Tidur, coy!

24 Mei 2015

Saya meng-set alarm jam 03.00 wib dan seperti dugaan saya bangun sewaktu alarm berbunyi. Selanjutnya, saya tidak bisa tidur. Padahal biasanya di rumah bisa bangun siang. Saya melek, sendirian. Ngalor ngidul, seperti tidak punya kerjaan. Sampai akhirnya adzan shubuh berkumandang, semua orang bangun kemudian beribadah, membersihkan diri dan bersiap untuk pengamatan burung pagi. Nah, kebetulan pada tanggal 24 Mei salah satu teman iyik saya (read : Mustika Cahayani) berulang tahun, saya berinisiatif membuat tulisan “happy birthday Mustika” supaya hits dan kekinian kemudian mengirimkannya pada Mustika sebagai oleh-oleh dari Waduk Sermo. Sekitar jam 05.30 wib saya berjalan keluar penginapan mencari sunrise dan memotret tulisan tadi tapi ternyata sunrise belum muncul. Alhasil ya cuma sekedar foto tulisan happy birthday.

Pengamatan burung pagi dimulai sekitar jam 06.00 wib. Dibagi menjadi 3 kelompok. Saya berada di kelompok pertama, bersama dengan dua cikalang yang lain, dan menjadi yang termuda karena hanya saya sendiri yang MaBa. Teman saya, Afit dan Risa berada di kelompok 2 dan 3. Sebenarnya saya sedikit merasa kurang nyaman karena beberapa hal. Pertama, cikalang di kelompok 1 hanya ada tiga orang padahal total cikalang yang ikut acara Kadalan ada 15 orang, berarti seharusnya kan satu kelompok terdapat 5 orang cikalang. Gara-gara itu kesempatan saya untuk iyik kan menjadi berkurang. huf. Kedua, saya merasa belum akrab dengan mbak-mbak dan mas-mas yang ada di kelompok satu sehingga selama perjalanan saya merasa krik krik, kurang greget, dan -malu- untuk foto-foto dengan leluasa. Eh, ini kok malah curhat? *ampun*

Selama perjalanan kelompok 1 hanya menemukan beberapa jenis burung, yang saya catat ada Tepekong Jambul yang terbang sekilas di atas kepala saya, Cucak Kuning, Burungmadu Sriganti jantan yang perutnya berwarna kuning, Cinenen (saya lupa cinenen apa) yang bersembunyi di balik pohon singkong, dan Kerak Kerbau yang terbang melintas di atas kepala saya juga. Perjalanan melewati tanah yang menurun sukses membuat saya terpeleset. Sepertinya di setiap pengamatan burung, saya memang ditakdirkan untuk selalu terpeleset -_- selain itu banyak nyamuk yang menyergap tubuh saya, sepertinya mereka jatuh cinta dengan saya, *ini apalagi sih* Karena sudah lelah, diputuskan untuk kembali ke penginapan.

Saat perjalanan pulang, kami berhenti di pinggir jalan. Ada pohon besar dan cukup banyak burung yang bertengger di sana. Saya spontan memegang binokuler dan mengarahkannya ke arah pohon besar yang telah ditunjuk oleh mbak-mbak dan mas-mas anggota bionic. Namun karena posisi burung yang bertengger vertikal dengan posisi saya berdiri, saya harus ndangak dan menyebabkan leher saya sakit. Saya tidak fokus sehingga burung-burungnya tidak dapat saya identifikasi.

Jalan menuju kesuksesan tidak selalu lurus dan mulus, tinggal bagaimana cara melaluinya. Apakah akan mengikuti setiap alurnya? Mencari 'jalan cepat'nya? Atau malah berbalik arah...

Jalan menuju kesuksesan tidak selalu lurus dan mulus, tinggal bagaimana cara melaluinya. Apakah akan mengikuti setiap alurnya? Mencari ‘jalan cepat’nya? Atau malah berbalik arah…

Sesampainya di penginapan, saya langsung tepar. Saya menghempaskan diri ke tikar yang semalam digunakan untuk tidur dan membayar hutang tidur saya yang hilang semalam. Sekitar satu jam saya terlelap. Bangun tidur saya mendengar suara anggota bionic dan cikalang yang sedang bermain UNO, seru sekali. Baru saja saya ingin melanjutkan tidur saya, eh tiba-tiba disuruh untuk packing dan kemudian mendiskusikan hasil pengamatan tadi pagi. Gagal tidur lagi deh. Karena diskusi dilakukan bersamaan dengan makan siang, jadi saya tidak mencatat list burung tambahan yang ditemukan dan lebih memilih menyantap nasi-telur dadar-sayur-sambal milik saya walaupun akhirnya tidak habis. Yang saya dengar, kelompok lain bertemu dengan burung Kadalan yang menjadi nama acara ini. Sungguh beruntung.

Seusai makan siang dilanjutkan foto bersama. Cekrik! Kemudian pulang ke rumah dan kosan masing-masing. Cerita selesai~

Slayer dan sticker :)Kesannya, alhamdulillah sekali saya bisa merayakan ulang tahun bersama orang-orang yang luar biasa, di momen yang indah, tempat yang indah, ya semuanya yang indah-indahlah pokoknya. Yang tidak akan mungkin terulang untuk kedua kalinya. Terima kasih yang sudah mengucapkan dan mendoakan saya, baik yang secara lisan, tertulis, maupun yang hanya terucap dalam hati. Semoga dengan bertambahnya usia, saya tetap imut dan tidak menjadi tua, saya menjadi pribadi yang lebih dan makin baik. Aamiin. Let’s be better together! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s